Wednesday, 14 February 2018

Tips Bahagia adalah Travelling

Hasil survey, 25 persen anak muda sengaja membuat diri mereka tersesat.. Dalam dunia travelling, tidak ada kata tersesat, krn pd dasarnya tersesat adalah berada di tempat yg belum pernah dilalui sebelumnya.
Dan ini merupakan pengalaman baru dan yg tak terduga, terlepas itu pengalaman baik atau buruk.
Semacam tantangan menguji adrenalin, perasaan campur aduk, gelisah, tertantang, menikmati tp harap2 cemas.
Hasil riset Four Cirasa Hotels, sebanyak 52 persen pengguna sosmed nyatakan bahwa foto2 teman virtual yg diunggah menginspitasi mereka utk travelling

Hasil Penelitian Thomas Gilovich "Penggemar Travelling Lebih Bahagia"
Menurut Thomas Gilovich, seorang professor psikologi di Cornell University menyatakan musuh terbesar dari Kebahagiaan adalah adaptasi karena lama kelamaan orang akan beradaptasi dengan benda2 yg dibeli dan akan menghabiskan uang utk selalu meng-upgrade gadget, mobil, dan benda2 fisik lain yg selalu nampak menggoda.
Thomas menyarankan akan lebih baik menghabiskan utk hal2 spt menonton konser musik penyanyi favorit, belajar ketrampilan atau Travelling. Pengalaman2 yg membekas di hati dan diri sendiri akan menimbulkan kebahagiaan yg bisa bertahan lebih lama.
Menikmati perjalanan adalah Kunci.
Seiring dengan waktu, kepuasan dgn barang2 yg telah dibeli akan turun, sedangkan kepuasan & kebahagiaan pd pengalaman2 yg mereka dapat dari travelling tetap bertahan dan cenderung naik.
Banyak orang membeli barang2 sbg simbol identitas. Pdhal sebenarnya barang2 tsb sebenarnya tetap bagian terpisah dgn diri mereka.
Hal tsb berbeda dengan pengalaman2 yg didapat saat seseorang melakukan perjalanan.
Pengalaman itu telah menyatu dalam diri, menjadi satu kesatuan. Ini yg menyebabkan kebahagiaan -saat maupun setelah travelling - bertahan lama.
Rasa iri yg muncul dari benda2 fisik, hampir semuanya menimbulkan perasaan negatif. Berbeda dgn yg didapat dari rasa iri saat membandingkan pengalaman perjalanan sendiri dgn pengalaman perjalanan orang lain.
Seorang pejalan yg tidur di tenda di tengah hutan tak akan iri pd pejalan lain yg sdg bersantai berenang di roof top hotel berlantai 100. Ini adalah pilihan masing2 utk mendapatkan pengalaman berbeda.
Cara mendapat pengalaman luar biasa adalah bukan tentang sejauh apa destinasi seseorang, tp tentang bagaimana seseorang itu menikmati perjalanan. Demikian


Monday, 12 February 2018

TBL Adventure Family 2018

Agenda Event TBL tgl 16 - 18 Feb '18


Hari pertama tiba di Hotel Green Lodge, Tangkahan, dgn kontur berbukit & kamar hotel terbagi dua, atas dan bawah. Setelah makan siang diisi dgn Jungle trekking menuju Bat Cave serta Tubing. Trekking melewati Aksesibilitas warga tangkahan & melewati sebuah jembatan bambu yg licin dgn panjng sekitar 100 - 150m. Kemudian trekking selama 45 menit & beristirahat di ladang milik warga.
Setelah makan snack dan minum secukupnya, pemandu (Bg Jack & Bg Edi) mengajak utk melanjutkan perjalanan ke Gua Kalong.
Setelah 1,5 jam di dalam Gua kalong, terdengar gemuruh yg ternyata suara arus sungai batang yg disekelilingnya dihiasi tebing2 kokoh berukuran puluhan meter.
Dibibir sungai ternyata sudah menunggu peralatan tubing utk menikmati ekosistem rimba sambil bertubing ria di arus sungai batang.

Hari kedua. Sarapan sebelum mulai aktifitas Elephant trekking ditemani 8 ekor gajah dari aceh & BL yg diberi nama oleh Mahout yaitu Agustin, Eva, Sari, Yuni, Olive, Ardana & Theo satu2nya gajah Jantan serta Ame yg masih berusia beberapa bulan.
Sebelum Elephant trekking, terlebih dahulu lakukan Feeding
Jam 9.30 saatnya Elephant trekking memasuki kawasan TNGL ujung selatan yg letaknya hanya selemparan batu dari Green Lodge yg berbatasan dgn sungai batang.
Oleh pak Cece sang Mahout, kami di bawa ke air terjun dan bermain air disana selama 30 menit.
Pulangnya, melawan arus sungai setinggi 1,5m selama 20 menit perjalanan & dilanjutkan dgn berlari kecil selama 10 menit menuju penginapan.

Dulu masyarakat Tangkahan menggunakan gajah utk kenderaan angkut. Belanda menyebut gajah dgn sebutan Olifanten dan gajah mandi dgn Olifanten Wassen.

Masyarakat Tangkahan membuat forum LPT (Lembaga Pariwisata Tangkahan) sbg organisasi yg melindungi kawasan hutan Tangkahan. Selanjutnya LPT membentuk CTO atau Community Tour Operator sbg Lembaga yg menjalankan semua sistem operasi tempat wisata tangkahan. Pihak CTO menangani pembuatan Tiket masuk, pemesanaan naik gajah, melakukan promosi wisata, & semua hal yg menyangkut wisata tangkahan sepeti Naik gajah keliling hutan, mengarungi sungai Buluk, memandikan gajah dan disemprot air dari belalai gajah, arung jeram, air terjun, trekking eksplor hutan rimba, air panas dan lainnya.
Setiap jumat LPT melakukan Patroli dgn menunggang gajah sehingga wisatawan tidak bisa gunakan gajah.
Ada 2 lembaga International yg berpartisipasi melestarikan Tangkahan yaitu FFI Flora & Fauna International & WWF World Wild Foundation dgn program global eco tourism serta The Tangkahan Effect yg mendirikan studi bahasa inggris dgn nama Tangkahan English Club (TEC),
Luas Tangkahan sekitar 17.000 hektar membentang sampai batas TNGL.

Pukul 11.00 bersiap utk melanjutkan perjalanan ke Bukit Lawang.
Pukul 14.00 tiba di Bukit Lawang, Check in hotel, prepare & trekking ke Air terjun Back to Nature dilanjutkan Aktifitas tubing dan kembali ke hotel.

Hari ke-tiga. Usai Breakfast, trekking menuju Batu Kapal via Artventour Land utk Tanam Pohon & Tabur Benih) sampai selesai & istirahat.